DEPROTEKSI GUGUS FUNGSI DALAM SINTESIS SENYAWA ORGANIK
Deproteksi adalah
keadaan dimana adanya penghilangan (reduksi) suatu gugus pelindung sehingga
berubah menjadi suatu gugus fungsi awal.
Senyawa-senyawa yang
dapat menjadi deprotektor
1.
Tetra butyl ammonium flourida (TBAF)
2.
Piridin-HF
3.
Asam fluoride
4.
Ammonium fluoride
Dimana
senyawa senyawa yang mengandung flourida akan melepaskan gugus protector dari
alcohol pada protector protector kelompok silil.
5.
Tris (dimetil amino) sulfonium di fluoro
trimetil silikat (TASF)
Mekanisme deproteksi
Tahap 1
Tahap pertama adalah
reaksi penambahan gugus pelindung (proteksi) terhadap gugus keton dengan
menggunakan reagen etanadiol (OHCH2CH2OH) dan menggunakan
pelarut TsOH (p-Toluenesulfonic
acid monohydrate)
dan benzen yang berfungsi untuk mendeaktifasi gugus karbonil (C=O) pada ester
(alkil alkanoat) sehingga gugus pelindung tidak melindungi gugus karbonil pada
ester tapi melindungi gugus keton. Berikut ini adalah struktur p-Toluenesulfonic
acid monohydrate :
Tahap
pertama ini, terbentuk gugus pelindung berupa ketal yang tahan dengan
penambahan reduktor dan dengan mudah dilepaskan (deproteksi) menggunakan asam
dan kalor.
Pada
mekanisme tahap pertama ini, O dari etanadiol yang bermuatan negative menyerang
karbonil yang bermuatan positif sehingga ikatan O lepas dan O menjadi bermuatan
negatif, yang selanjutnya O bermuatan negatif tersebut akan mengikat
H pada OH. Tahapan selanjutnya adalah proses reaksi dehidrasi (penghilangan
molekul air) sehingga terbentuk gugus ketal.
Tahap
2
Tahap
selanjutnya adalah terjadi reaksi reduksi oleh LiAlH4 menjadi
senyawa alkohol, berikut ini adalah mekanismenya :
Tahap 3
Tahap
berikutnya sekaligus tahap terakhir adalah reaksi deproteksi, yaitu
penghilangan gugus pelindung ketal sehingga dihasilkan gugus fungsi awalnya yaitu
keton dengan mengguanakan H3O+ (suatu air yang
diasamkan). Berikut adalah mekanismenya :
Pada
tahap tersebut, OH dari air yang bermuatan negative menyerang H yang berada di
sebelah atom O sehingga ikatan O disebelahnya menjadi rangkap dan ikatan O satu
lagi akan lepas dan menjadi bermuatan negatif, dan selanjutnya O yang negatif
tersebut akan mengikat H dari air, sehingga etanadiol akan lepas dan terbentuk
gugus keton seperti semula.
Aplikasi deproteksi pada senyawa alcohol
Pada sintesis ini yang ingin
didapatkan adalah senyawa yang mengandung gugus hidroksil dan keton, senyawanya
adalah :
Dimana bahan baku yang digunakan
adalah :
Untuk mendapatkan gugus hidroksil
pada seyawa yang ingin kita bentuk, maka gugus hidroksil pada bahan baku harus
dipertahankan dengan cara diproteksi atau dilindungi.
Pada sintesis ini dgunakan
protector TBDMS-Cl (Tributildimetilsililclorida) untuk menghilangkan gugus
hidroksil pada atom C sekunder menjadi OTBDMS, reaksinya dalah :
Dan kemudian untuk menghilangkan
gugus hidroksil pada karbonil menjadi gugus keton dilakukan dioksidasi dengan
menggunakan PCC, sehingga reaksinya adalah :
Selanjutnya ialah dideprotektor
untuk menghilangkan OTBDMS dengan menambahkan TBAF , Sehingga reaksinya adalah
:
Sehingga dapat diperoleh senyawa
yang mengandung gugus hidroksil dan gugus keton, yaitu : 4-Hidroksi2-Butanon.
Aplikasi deproteksi pada senyawa Asetal
Pada
sintesis ini yang ingin dihasilkan adalah senyawa karbonil baik keton maupun
aldehid.
Sintesis
ini menggunaka P-TSOH, reaksinya adalah :
Senyawa
asetal yang terbentuk dilepas untuk menghasilkan gugus diol, maka dideproteksi
dengan menggunakan protector ACOH (Asam asetah), reaksinya adalah :
Pada
tahap ini, gugus alcohol sebagai pembentuk asetal lepas sehingga terbentuk
kembali senyawa karbonil.
Pada
proses hidrolisis ini dapat dilakukan dengan katalis asam (Encer HCl, ACOH/H2O,
TFA/H2O, P-TSOH dalam aseton).
Aplikasi deproteksi pada senyawa Amina
Reaksi
Proteksi
Pada
reaksi ini N dan H akan berikatan dengan klorida. Dan karbonil dari Cbz-Cl akan
berikatan dengan NH3.
Reaksi
Deproteksi
Protektor
Cbz dilepas dengan dideproteksi menggunakan deproteksi menggunakan deprotektor
gas H2 dengan katalisator Pd/C sehingga senyawa NH3 akan lepas dan terbentuk
CO2 dan toluene/metil benzene.
Aplikasi deproteksi pada senyawa Karboksil
Protector
yang umum digunakan untuk asam karboksilat adalah bentuk ester metil, etil dan
benzyl.
Reaksi
proteksi
Reaksi
deproteksi
1. 1. Mengapa
suatu senyawa itu harus dideproteksi ?
2. 2. Apakah
semua jenis senyawa untuk menghasilkan suatu produk harus selalu dideproteksi?
Jika iya ataupun tidak berikan alasannya.
3. 3. Apakah
deproteksi pada senyawa amina selalu menggunakan katalis basa? Jika iya ataupun
tidak berikan alasannya.













Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab permasalahan no.1
BalasHapusJika suatu senyawa yang telah diproteksi tidak dilakukan deproteksi maka produk tidak akan bisa dihasilkan. Karena fungsi dari deproteksi adalah membentuk kembali gugus yang telah dilindungi, guna menghasilkan produk yang diinginkan. Jadi, jika suatu senyawa yang telah diproteksi tidak dilakukan deproteksi maka senyawa produk tidak bisa dihasilkan karena tidak ada deprotektor yang mengembalikan suatu gugus fungsi awalnya.
Baiklah, perkenalkan nama saya Elseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071, akan menjawab permasalahan no 3. Amina bersifat basa namun Pereaksi pada deproteksi gugus amina tidak selalu menggunakan katalis basa. Dapat pula menggunakan katalis asam yang digunakan untuk melindungi gugus amino adalah asetaldehida, ion Cu(II), dan asam perklorat.
BalasHapus