PROTEKSI GUGUS FUNGSI DALAM SINTESIS SENYAWA ORGANIK
Ada beberapa gugus
fungsi yang sensitive dalam reaksi. Sehingga, jika nanti ditemukan dalam satu
molekul atau dalam satu senyawa. Sementara senyawa-senyawa akan dirombak
menjadi senyawa lain, akan kita ubah menjadi senyawa lain maka ada gugus fungsi
yang harus kita lindungi, harus kita pertahankan karena keberadaannya memang
dibutuhkan pada akhir sintesis pada senyawa yang kita harapkan.
Ada hal-hal yang perlu
dipahami dalam perlindungan gugus fungsi
1.
Gugus fungsi
2.
Gugus pelindung,
3.
Mekanisme proteksi
4.
Aplikasi proteksi
Gugus fungsi adalah
atom atau struktur yang memberi ciri khas setiap senyawa. Gugus protector atau
gugus pelindung adalah gugus yang
digunakan untuk melindungi gugus fungsi supaya tidak turut bereaksi
dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis.
Jadi, selama proses
sintesis ada beberapa gugus fungsi tetapi sebagian dari gugus fungsi atau salah
satunya kita ingin pertahankan sampai diakhir produk, maka gugus fungsi
tersebut harus dilindungi supaya tidak ikut bereaksi atau rusak gugus fungsinya
berubah menjadi gugus fungsi yang lain.
Proteksi gugus fungsi
Misalnya dalam satu
molekul ada dua gugus fungsi yang sejenis, yaitu butanadiol. Alcohol primer
ingin tetap kita pertahankan dalam molekeul. Sementara alcohol yang kedua mau
kita rubah supaya tidak terjadi kerusakan atau tidak terjadi perubahan gugus
fungsi alcohol primernya. Gugus fungsi alcohol primer kita lindungi dengan
protector. Setelah dilindungi baru kita lakukan reaksi dengan reaksi yang kita
inginkan, contohnya kita oksidasi. Berarti gugus hidroksil sebagai hidroksil
alcohol sekundernya ini akan berubah. Alcohol sekunder jika dioksidasi akan
berubah menjadi senyawa keton. Setelah selesai kita dapatkan senyawa yang kita
harapkan, yaitu keton. Maka gugus pelindungnya kita deproteksi, sehingga
didapatkan senyawa keton yang mengandung gugus hidroksil.
Syarat protector gugus
fungsi
1.
Mudah direaksikan dan mudah dilepaskan.
Sehingga bisa berubah kembali sesuai dengan yang kita inginkan
2.
Resisten terhadap reagen yang akan
menyerang gugus fungsi yang tidak terlindungi
3.
Resisten terhadap semua jenis reagen
yang mirip, yang dapat menyerang gugus yang tidak terlindungi.
4.
Stabil dan hanya bereaksi dengan
pereaksi khusus untuk mengembalikan gugus fungsi asli.
5.
Gugus pelindung tidak menggangu reaksi
yang dilakukan sebelum dihapus.
Ada beberapa gugus
fungsi yang sangat sensitive dalam reaksi atau terhadap pelarut :
1.
Gugus fungsi Alkohol
2.
Gugus fungsi aldehid
3.
Gugus fungsi keton
4.
Gugus fungsi karboksilat
5.
Gugus fungsi senyawa amina
1.
Protector alcohol
Zat zat atau senyawa
senyawa yang berfungsi melindungi gugus hidroksil pada senyawa-senyawa alcohol.
-
Golongan silil
Salah
satu pelindung yang paling umum untuk memblokir gugus fungsi hidroksi, karboksil
dan amino. Gugus pelindung silil di deproteksi dalam kondisi asam, atau oleh
ion fluoride.
ROH
-------> ROSiR3
2.
Protektor aldehid dan keton
Senyawa senyawa yang bisa melindungi gugus fungsi
aldehid dan keton.
-
Asetal paling sering digunakan dalam perlindungan
gugus karbonil, khususnya aldehida dan keton. Deproteksi adalah biasanya
dilakukan melalui hidrolisis dalam kondisi asam. .
-
Tioasetal paling sering digunakan dalam
perlindungan gugus perlindungan gugus karbonil, khususnya aldehida dan keton. Thioasetal
memiliki resistensi sintesis yang lebih luas dan biasanya stabil dalam kondisi
asam dan basa. deproteksi thioasetal membutuhkan penambahan garam merkuri atau
senyawa iodium.
3.
Protector Amina
Protector amina ini
adalah senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen.
-
Kelompok Fluorenil metil oksi carbonil
(fmoc) adalah salah satu kelompok pelindung yang paling umum digunakan untuk
gugus amino. Deproteksi oleh amina sekunder seperti pipridin dalam DMF dan
stabil dalam kondisi asam.
-
Aliloksikarbonil (Alloc) dan
benziloksikarbonil (Cbz) umumnya digunakan untuk perlindungan gugus amino.
Kelompok-kelompok pelindung ini umumnya dideproteksi dengan katalis palladium.
li Link : https://youtu.be/6PcYHz6SQUA
Permasalahan :
1. 1. Bagaimana cara menentukan salah satu
gugus fungsi dalam suatu senyawa, sehingga kita tahu bahwa gugus fungsi itulah
yang harus dilindungi?
2. 2. Apakah protector golongan silil hanya
dapat mekindungi gugus fungsi alcohol saja?
3. 3. Bagiamanakah syarat suatu protector
gugus fungsi sehingga ia mudah dilepaskan dan mudah direaksikan?
Baiklah saya febby rahmadayani ( A1C119052 ) akan menjawab pertanyaan desi no 1 jika ada dua gugus fungsi, maka yang harus dilindungi adalah Gugus fungsi primernya yang harus kita lindungi dengan protector. Setelah dilindungi baru kita lakukan reaksi dengan reaksi yang kita inginkan, sehingga gugus fungsi primer ini bisa untuk melanjutkan reaksi sampai akhir produk selesai dan juga tidak rusak karna tidak hanya berikatan dengan 1 atom C saja. Berarti gugus hidroksil sebagai hidroksil sekundernya ini akan berubah. sehingga dalam hal ini bukan alkohol sekundernya yang dilindungi.
BalasHapus